Langsung ke konten utama

Menjadi Guru Kreatif, Mencetak Peluang di Masa Pandemi Covid 19

 Wabah Covid 19 telah menjadi persoalaan dunia yang tentu sangat terasa dampaknya khususnya masyarakat yang bermukim pada wilayah yang terdampak covid 19 tidak terkecuali Indonesia meski merupakan negara kepulauan namun pemberlakuan kebijakan sebagai imbas dari dampak covid 19 itu berlaku untuk seluruh daerah, tidak sedikit yang mencibir dengan pemberlakuan kebijakan yang tidak mempertimbangkan karakteristik tempat dan lokasi serta prosentase jumlah warga terdampak namun diantara mereka banyak juga yang mendukung kebijakan yang mendorong adanya semangat gotong royong dalam menghadapi virus corona, tentu tidak bisa dinafikan bahwa sungguh banyak spekulasi bermunculan terkait informasi virus corona atau dikenal covid 19 ini namun artikel kali ini tentu tidak akan membahas itu justru fokus pada persoalan dampak positif kebijakan pendidikan pemerintah Indonesia dalam mengatasi wabah covid 19.


Wabah ini datang tidak hanya dengan virus yang konon mematikan akan tetapi virus atau wabah ini tanpa kita sadari telah menciptakan peradaban baru manusia sebagai dampak kebijakan pemerintah dalam memberikan batasan interaksi baik itu social distancing maupun Psyical distancing salah satu diantaranya adalah pembelajaran jarak jauh secara online. Hal ini merupakan pilihan satu-satunya selama pemerintah memberikan kebijakan BDR (belajar dari rumah) yang membuat guru harus mampu membuat akselerasi peningkatan kompetensi khususnya dalam pemanfaatan tekhnologi pendidikan dalam proses belajar mengajarnya tentu ini merupakan sisi lain virus corona yang bersifat positif dalam mendorong guru/tenaga pendidik melakukan peningkatan kompetensinya, tidak dapat dipungkiri sangat banyak guru yang menjadikan ini beban dan tidak sedikit juga yang menjadikan ini berkah dan topik kali ini saya hanya kan mengupas beberapa kiat-kiat guru yang bersifat positif selama wabah covid 19 yang tentu diharapkan dapat menginspirasi kita khususnya yang berprofesi pendidik beberapa diantaranya sebagi berikut :
1. Guru Belajar Menggunakan Aplikasi Pembelajaran Jarak Jauh secara otodidak
dengan pemberlakuan psyikal distancing tentu membuat komunikasi secara langsung sangat terganggu akibatnya dibutuhkan tool-tool yang mampu menfasilitasi guru dan tenaga pendidik dalam melakukan Rapat maupun proses belajar mengajar beberapa aplikasi yang sering digunakan adalah Aplikasi Zoom, Webex, Could X Telkomsel dan sejenisnya ada yang bersifat gratis dan ada pula yang berbayar namun tentu teman pendidik tentu perlu waspada karena penggunaan aplikasi ini menuntut kita membuat akun dengan menggunakan data pribadi kita, seperti email dan nomor telepon sehingga disarankan untuk tidak menggunakan email yang terdaftar pada transaksi keuangan kita seperti mobile banking, baiknya buat akun email baru untuk digunakan registrasi pada aplikasi tersebut.
 
2. Komunitas-komunitas guru mulai banyak melakukan pelatihan daring, Webinar dan sejensinya
diawal wabah covid 19 sungguh banyak pertanyaan tentang nasib guru atau pendidik mengenai peningkatan kompetensinya karen dalam pikiran mereka tentu pembatasan ini membuat tidak ada lagi seminar, tidak ada lagi pelatihan dan workshop namu seiring perjalanan waktu dampak wabah ini ternyata mampu mendorong energy positif pelaku pendidik kita khususnya pengurus-pengurus komunitas dengan membuat model pelatihan daring, seminar online/Webinar dimana guru-guru terbaik kita se Indonesia  yang mungkin selama ini tidak begitu nampak, seakan mendapat panggung/wadah tersendiri dalam menyalurkan ilmunya kepada guru-guru bukan hanya pada wilayah tempat tugasnya saja akan tetapi jauh lebih luas bahkan ada komunitas yang mengadakan kegiatan yang melibatkan ribuan guru didalamnya

3. Guru membuat kontent -kontent kreatif lewat media Youtube dan sejenisnya
Sisi lain yang menarik dari yang dapat kita amati saat ini adalah munculnya channel-channel youtube yang mengulas tentang pendidikan yang tentu hal ini berbeda dengan point 1 dan 2 sebelumnya karena pemanfaatan media ini berpotensi bernilai tambah bukan hanya kredit point akan tetapi juga kredit koin jika dikelola dengan baik, dapat kita bayangkan jika seorang guru mengajar pada sekolah yang tergolong besar dengan jumlah peserta didik yang besar pula maka bisa dipastikan penyajian materi menggunakan fasilitas ini akan berdampak pada pemenuhan syarat akun yang dapat menghasilkan pundi-pundi finansial, tentu hal itu tidak mudah dengan melihat pemberlakuan syarat dari pihak youtube saat ini namun faktanya sudah banyak pendidik yang sadar maupun tidak sadar membuat konten-konten kreatif yang mendapat respon dari pengguna dunia maya setidaknya hal ini menjadi salah satu sisi yang menurut penulis dapat menjadi motivasi guru / pendidik dalam menjadikan wabah ini sebagai peluang positif. karena selalu berpikir hal positif itu akan berdampak pada ketahanan imuinitas kita dan imunitas merupakan salah satu harapan manusia dalam menghadapi Wabah Covid 19.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Permenpora 14 Tahun 2024: Antara Harapan Tata Kelola Ideal dan Ancaman terhadap Kemandirian Olahraga

Peraturan Menteri Pemuda dan Olahraga (Permenpora) Nomor 14 Tahun 2024 tentang Standar Pengelolaan Organisasi Olahraga Lingkup Olahraga Prestasi telah menimbulkan perdebatan di kalangan masyarakat olahraga Indonesia. Tujuan utama peraturan ini adalah menciptakan tata kelola organisasi olahraga yang visioner, transparan, akuntabel, efisien, dan efektif, serta mengatasi masalah dualisme kepengurusan dalam induk cabang olahraga (cabor) di Tanah Air. Pemerintah berharap bahwa dengan adanya Permenpora ini, dualisme kepengurusan cabor dapat diakhiri, sehingga pembinaan atlet menjadi lebih baik dan prestasi olahraga nasional meningkat. Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga, Taufik Hidayat, menyatakan bahwa peraturan ini merupakan upaya pemerintah untuk menjamin independensi dan legitimasi kepengurusan induk cabor di Indonesia. Meskipun demikian, Permenpora Nomor 14 Tahun 2024 menuai kritik dari berbagai pihak. Beberapa pengurus induk cabor menilai peraturan ini sebagai bentuk intervensi pemerinta...

Olahraga dan Politik

Momentum politik di Indonesia dalam dekade terakhir seringkali berujung pada pembelahan dalam masyarakat, Eforia Pemilu sebagai pesta rakyat Indonesia tidak berbanding lurus dengan kematangan masayarakat kita dalam menghadapi perbedaan pendapat dan perbedaan pilihan, praktik-praktik kecurangan, Black Campain dan Produksi Hoaks yang terus menerus seakan menjadi post truth di masyarakat. Kondisi tersebut mengingatkan saya pada Pertandingan Sepak Bola sebuah Olahraga yang cukup digandrungi khususnya masyarakat Indonesia dengan segala problemanya, Jika di Sepak Bola kemenangan menjadi tujuan pertandingan di Kontestasi Politikpun demikian seluruh peserta pemilu tentu menjadikan kemenangan sebagai tujuan dengan segala taktik dan strategi bahkan tidak sedikit pertandingan diwarnai dengan tackling keras dan praktik-praktik kecurangan dalam pertandingan namun setiap pertandingan memiliki aturan dan waktu bermain tersendiri sehingga bagaimanapun strategi dan taktik yang diterapkan pada akhirnya ...

Revitalisasi Pendidikan Vokasi: Tantangan dan Peluang Menuju Indonesia Emas 2045

  Pendidikan sebagai poros utama dalam memastikan terwujudnya Indonesia Emas 2045 menghadapi tantangan baru, Kementerian yang dulunya “gemuk” kini harus dirampingkan dalam pandangan fisiologis sesuatu yang gemuk biasanya kelihatan sehat namun susah bergerak demikian sebaliknya ramping kadang dikonotasikan kurang gizi namun luwes dan lincah dalam geraknnya, Kebijakan membagi 3 kemdikbudristek dikti menjadi kementerian pendidikan Dasar dan Menengah, kementerian kebudayaan dan kementerian riset, inovasi dan pendidikan tinggi merupakan peluang sekaligus tantangan baru pendidikan. Mendikdasmen Prof. Abdul Mu’ti yang merupakan akademisi dalam beberapa kesempatan menyampaikan kehati-hatian dan tidak ingin terburu-buru dalam megambil kebijakan strategis di kementerian pendidikan dasar dan menengah. Vibes Akomodatif di Kementerian baru saat ini sangat terasa yang ditandai dengan Upaya  Mendikdasmen mengunjungi penyelenggara pendidikan dan upaya menghadirkan kepala-kepala Dinas Pendidik...