Ngomong Sejarah saya
kemudian teringan dengan sosok Orang Tua, berwibawa, sederhana dengan kaca mata
tebal yang menjadi ciri khasnya kalau boleh saya katakan beliau merupakan
visualisasi dari Umar Bakri yang diceritakan Iwan Fals dalam lirik lagunya, ya
pastinya kita bisa menebak bahwa sosok yang saya maksud berprofesi sebagai
seorang guru dan lebih jelasnya beliau adalah guru sejarah yang menurut saya
cukup langka diusianya pada waktu itu sudah cukup renta semangat dan
idealismenya sangat terasa dibalut dengan celana kain dan kemaja beliau tampak rapi karena kaki bajunya selalu didalam
celana bagi kami siswanya beliau adalah sosok guru yang cerdas kemampuan pedagogik beliau nampak
dari penguasaan terhadap materi yang diajarkan hal itu terlihat dari
kemampuannya menggambar peta internasional serta menunjukkan letak-letak pulau
tertentu jadi banyak ngomong tentang Profil beliau, kembali ke topic sebelumnnya,
hal yang membuat saya teringat adalah kalimat yang sering beliau ulang hingga
sampai 1 dekade saat ini saya masih saja menghapalnya yaitu “Sejarah adalah
Peristiwa Berulang, dengan belajar masa lalu dan membandingkannya dengan masa
sekarang maka kita akan bisa menyimpulkan apa yang akan terjadi pada masa depan”
Berangkat dari penggalan
kalimat tersebut, tibalah saya pada sebuah kesimpulan bahwa jika sebuah sejarah
adalah peristiwa berulang maka boleh jadi peristiwa kelam perjalanan bangsa
kita bisa saja masih mengancam Negara kita
sehingga tentu sebagai generasi penerus belajar sejarah sangatlah penting
sehingga kita mampu memahami tantangan Bangsa, sehingga sangat miris jika
wacana penghapusan mata pelajaran sejarah pada tingatakan tertentu terealisasi,
karena sejarah bisa menjadi ruh perjuangan bangsa perekat persatuan yang
memberikan pelajaran sehingga pada akhirnya nanti menjadi pedoman akan arah
kita bernegara.
Penggalan kalimat berikutnya
adalah dengan membandingkan masa lalu dan masa sekarang kita dapat mengambil
kesimpulan pada masa yang kan datang hal ini semakin memperkuat pentingnya
belajar sejarah secara utuh tentang Negara kita agar kita tidak mudah “hanyut”
oleh gelombang berita Hoax yang berimbas pada upaya pengkaburan sejarah
akibatnya generasi muda tidak memiliki pondasi yang kuat dan mudah
diombang-ambing yang boleh jadi berbuntut provokasi.

Komentar
Posting Komentar